Pengakuan Iman

communion

Kehidupan dan pelayanan Gereja Baptis Indonesia Pertama adalah berdasarkan dasar-dasar kepercayaan di bawah ini:

  1. Alkitab, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah Firman Tuhan yang diilhamkan secara lengkap dan tanpa salah melalui Roh Kudus dan merupakan dasar dan pedoman untuk iman dan kehidupan sehari-hari. Berita Alkitab sudah lengkap dan tidak berubah.
  2. Allah itu Esa adanya dan secara kekal terdiri dari tiga Pribadi yang sempurna, Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.
  3. Yesus Kristus adalah Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna, dikandung oleh Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, mati di salib menggantikan manusia berdosa, dibangkitkan pada hari ke tiga, naik ke surga, duduk di sebelah kanan tahta Allah dan akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
  4. Roh Kudus datang untuk memperlengkapi orang-orang percaya untuk pelayanan dengan memberikan berbagai karunia rohani. Roh Kudus bekerja meyakinkan manusia akan dosa, melahirbarukan orang-orang percaya dan menuntun orang percaya untuk hidup secara rohani sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab.
  5. Manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, jatuh dalam dosa dan perlu dilahirkan kembali.
  6. Keselamatan adalah oleh anugrah Allah melalui iman pada Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus manusia di kayu salib. Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, manusia diperdamaikan dengan Allah dan diangkat menjadi anak-anak Allah.
  7. Gereja adalah kumpulan orang-orang percaya dan merupakan tubuh Kristus dalam dunia ini di mana Kristus adalah Kepala. Sebagai tubuh Kristus, gereja terpanggil untuk melayani Tuhan dan hidup dalam kesatuan dan kesucian.
  8. Tuhan menciptakan manusia, pria dan wanita, dan menyatukan mereka dalam hubungan pernikahan sebagai lambang hubunganNya dengan umatNya. Pernikahan adalah antara seorang pria dan seorang wanita yang mengucapkan janji di hadapan Tuhan untuk saling mengasihi dan mendukung sampai maut memisahkan mereka. Hubungan sesama jenis adalah pelanggaran atas pengajaran Alkitab dan merupakan dosa yang harus ditinggalkan